OJK sebut pelemahan IHSG ke level 6.396,26 masih dalam tahap wajar
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
OJK menilai pelemahan IHSG ke 6.396,26 wajar, dipicu tensi geopolitik dan kebijakan moneter global, serta rebalancing MSCI. Indeks tetap mencerminkan fundamental pasar.
Sejumlah emiten, termasuk AADI, UNTR, dan KLBF, berencana buyback saham triliunan rupiah untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan kepercayaan investor.
Analis menilai buyback dapat meredam penurunan harga saham dan tingkatkan kepercayaan investor, namun efektivitasnya tergantung likuiditas & fundamental emiten.
Perusahaan terbuka agresif buyback saham untuk stabilkan harga dan tunjukkan kepercayaan diri di tengah pasar bergejolak akibat isu geopolitik dan harga minyak.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,27% ke 480,40, tetapi saham INCO, INKP, dan MEDC tetap menguat. IHSG diprediksi masih dalam tekanan.
Menjelang Idul Fitri 1447 H, IHSG berpotensi menghadirkan peluang sektoral, bukan reli menyeluruh. Stimulus konsumsi besar, namun pasar rapuh dan likuiditas menipis. Investor harus selektif dan fokus pada fundamental emiten.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,46% ke 551,03, namun saham INKP, MYOR, dan BMRI tetap menguat. Pasar cenderung wait and see jelang perundingan AS-Iran.
Outlook negatif Moody’s untuk Indonesia menekan minat IPO dan rights issue, meningkatkan risiko pasar modal dan biaya pendanaan. IHSG sulit kembali ke level 9.000.
Indeks Bisnis-27 naik 0,25% ke 545,33 pada 12/2/2026, dipimpin saham INCO, NCKL, UNTR. IHSG berpotensi lanjut naik, waspadai koreksi ke 8.155-8.239.
IHSG diprediksi menguat pada 5 Februari 2026, dengan saham BKSL, MBMA, dan MEDC direkomendasikan untuk dibeli. Analis mencermati data ekonomi Indonesia 2025.