BI perketat transaksi valas, diklaim ampuh redam pelemahan rupiah
Bank Indonesia memperketat aturan transaksi valas mulai 1 April 2026 untuk meredam pelemahan rupiah.
Bank Indonesia memperketat aturan transaksi valas mulai 1 April 2026 untuk meredam pelemahan rupiah.
Bank Indonesia akan intervensi rupiah di pasar offshore selama libur Lebaran 2026 untuk mengantisipasi gejolak Timur Tengah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia membeli SBN pemerintah senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026, sebagai sinergi kebijakan moneter dan fiskal untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia tidak membatasi transaksi valas, tetapi memperketat aturan penyertaan dokumen underlying mulai 1 April 2026 untuk menjaga stabilitas Rupiah.
Bank Indonesia menahan penurunan suku bunga akibat konflik Timur Tengah yang memicu inflasi dan arus modal keluar, menjaga BI Rate di 4,75% untuk stabilitas ekonomi.
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan 4,75% di RDG Maret 2026 untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kemenkeu menyatakan tekanan pasar obligasi Indonesia akibat faktor eksternal, namun kinerja SBN tetap baik. Spread SBN-UST rendah, menunjukkan kepercayaan investor.
Rencana Bank Indonesia menghentikan operasi moneter selama Lebaran berisiko memicu gejolak rupiah saat pasar buka kembali. Risiko utama berasal dari pasar global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan dapat melakukan rebound hari ini, dengan sejumlah saham seperti UNTR, MAPI, hingga LSIP menjadi pilihan.
IHSG turun 4% karena sentimen fiskal dan geopolitik, termasuk revisi outlook utang Indonesia dan ketegangan AS-Iran, memicu kekhawatiran pasar.