BBCA, BMRI, dan TPIA Cs Buyback Saham, Investor Asing yang Masih Wait and See
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Investor asing masih wait and see di pasar saham Indonesia, meski emiten besar seperti BBCA, BMRI, dan TPIA melakukan buyback saham.
Menteri Keuangan Purbaya yakin tekanan IHSG akibat MSCI hanya sementara karena fondasi ekonomi Indonesia kuat. OJK akan menindaklanjuti isu pasar saham.
Indeks LQ45 diprediksi mengungguli IHSG pada 2026 usai rebalancing, didorong oleh masuknya saham baru dan sektor energi terbarukan yang menarik investor.
Prospek reksa dana saham 2026 didorong dividen dan perbaikan kinerja emiten, meski IHSG tinggi. Panin Asset Management targetkan AUM Rp17 triliun.
Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) optimistis pasar saham 2026 akan tumbuh. MAMI pun telah mempersiapkan sektor-sektor saham pilihannya.
Saham blue chip kalah performa Ifonti.com buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
Saham konglomerat diprediksi unggul di 2026 dibanding blue chip, meski tantangan masuk MSCI meningkat. Saham perbankan lesu, tapi peluang rebound ada.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.